by Jimmy Wahyudi Bharata on July 27th, 2013

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa. Berbagai pertanyaan mengenai hukum aqiqah ini setelah dewasa, pasti ada pertanyaan ini di antara kita. Bagaimana hukum aqiqah setelah dewasa , bagaimana hukum aqiqah -nya bagaimana menjalankannya? berikut ini kami kutip beberapa pertanyaan dan jawabannya.

hukum aqiqah setelah dewasa image

hukum aqiqah setelah dewasa picture

Di artikel sebelumnya kita pernah membahas hukum aqiqah dan qurban. Pertanyaan pertama, ada seorang ayah memiliki 10 putri dimana di antara  mereka semua belum di aqiqah, namun sekarang mereka sudah berkeluarga. Bagaimana kita menyikapi ini? Apa yang mesti kita lakukan dan yang dilakukan anak-anaknya? Apa sebenarnya hukum aqiqah? Apakah benar pernyataan jika ada  seorang anak tidak diaqiqohi, maka ia tidak akan memberi syafaat pada orang tuanya?

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Berikut ini jawaban untuk pertanyaan di atas,  Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad. Aqiqah bagi anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan bagi wanita dengan seekor kambing. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki, itu juga diperbolehkan.[1] Anjuran aqiqah ini menjadi kewajiban ayah (yang menanggung nafkah anak, pen). Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah (misalnya tujuh hari kelahiran, pen), orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu), maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. At Taghobun: 16). Namun apabila ketika waktu  dianjurkannya aqiqah, orang tua dalam keadaan berkecukupan, maka aqiqah masih tetap jadi kewajiban ayah, bukan ibu dan bukan pula anaknya.

Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu’man] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Muhammad] dari [Sulaiman bin Amir], ia berkata, “Pada anak lelaki ada kewajiban akikah.” Dan [Hajjaj] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ayyub] dan [Qatadah] dan [Hisyam] dan [Habib] dari [Ibnu Sirin] dari [Salman] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan berkata [tidak satu orang] dari [Ashim] dan [Hisyam] dari [Hafshah binti Sirin] dari [Ar Rabab] dari [Salman bin Amir Adl Dlabiyyi] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan [Yazid bin Ibrahim] juga menceritakan dari [Ibnu Sirin] dari [Salman] perkataannya, dan [Ashbagh] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Wahb] dari [Jarir bin Hazim] dari [Ayyub As Sakhtiyani] dari [Muhammad bin Sirin] berkata, telah menceritakan kepada kami [Salman bin Amir Adl Dlabbi] ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada anak lelaki ada kewajiban ‘akikah, maka potongkanlah hewan sebagai akikah dan buanglah keburukan darinya.”
[HR bukhari no.5049 – Mutashil]

Referensi artikel hukum aqiqah setelah dewasa ini diambil dari  situs rumasyo dot com, yang dikutip dari [Liqo-at Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, kaset 214, no. 6]. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

aqiqah gfoat cartoon (1)

Related posts:

  1. Aqiqah Anak – Setelah Dewasa Boleh Aqiqah?

Tags:

Leave a Reply

%d bloggers like this: