by Jimmy Wahyudi Bharata on March 24th, 2014

Hukum Aqiqah diri sendiri. Pasti anda bertanya tanya tentang akikah diri sendiri boleh atau tidak? Bagaimana Hadits yang Membicarakan Nabi Mengakikahi Diri Sendiri, bagaimana hukum aqiqah diri sendiri ?

hukum aqiqah diri sendiri image

hukum aqiqah diri sendiri by rumasho

Para ulama berselisih pendapat mengenai hukum mengakikahi untuk diri sendiri. Hal ini dikarenakan kevalidan hadits yang membicarakan masalah ini,
أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن نفسه بعدما بعث نبيا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi dirinya sendiri setelah ia diutus sebagai Nabi” (HR. Al Baihaqi 9: 300)
Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (8: 250) berkata, “Hadits ini adalah hadits batil. Al Baihaqi mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits munkar. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari ‘Abdur Rozaq, ia berkata, “Mereka meninggalkan ‘Abdullah bin Muharror disebabkan hadits ini.” Disebutkan pula bahwa hadits ini diriwayatkan dari Qotadah dan dari jalur lain dari Anas, namun tidaklah shahih. Initnya, hadits ini adalah hadits bathil. ‘Abdullah bin Muharror adalah dho’if, disepakati akan kedho’ifannya. Al Hafizh mengatakan bahwa dia itu matruk (ditinggalkan). Wallahu Ta’ala a’lam.”

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (2: 303), “Disebutkan Ibnu Ayman dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi dirinya sendiri setelah diangkat sebagai nabi. Abu Daud mengomentari hadits ini dalam masailnya bahwa ia pernah mendengar Imam Ahmad menyebutkan hadits Haytsam bin Jamil, dari ‘Abdullah bin Mutsanna, dari Tsumamah, dari Anas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi dirinya sendiri. Imam Ahmad berkata, dari ‘Abdullah bin Muharror, dari Qotadah, dari Anas, ia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi dirinya sendiri. Imam Ahmad mengatakan hadits ini munkar. Imam Ahmad mendho’ifkan ‘Abdullah bin Muharror.”

Hukum Aqiqah Diri Sendiri

Pendapat Ulama Mengenai Mengakikahi Diri Sendiri

Dalam madzhab Syafi’i, penulis kitab Fathul Qorib, Muhammad bin Qosim Al Ghozzi berkata, “Akikah tidaklah luput jika diakhirkan setelah itu. Jika akikah diakhirkan hingga baligh, maka gugurlah tanggung jawab akikah dari orang tua terhadap anak. Adapun setelah baligh, anak punya pilihan bisa untuk mengakikahi dirinya sendiri.”

Beberapa ulama menganjurkan meng kikahi diri sendiri seperti Ibnu Sirin dan Al Hasan Al Bashri. Ibnu Sirin berkata,

لو أعلم أنه لم يعق عني لعققت عن نفسي

“Seandainya aku tahu bahwa aku belum diakikahi, maka aku akan mengakikahi diriku sendiri.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf, 8: 235-236. Sanadnya shahih kata Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 2726).

Al Hasan Al Bashri berkata,

إذا لم يعق عنك ، فعق عن نفسك و إن كنت رجلا

“Jika engkau belum diakikahi, maka akikahilah dirimu sendiri jika engkau seorang laki-laki.” (Disebutkan oleh Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 8: 322. Sanadnya hasan kata Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 2726)

Imam Malik rahimahullah berpendapat tidak perlunya mengakikahi diri sendiri. Imam Malik berkata, “Tidak perlu mengakikahi diri sendiri karena hadits yang membicarakan hal tersebut dho’if. Lihatlah saja para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum diakikahi di masa jahiliyah, apakah mereka mengakikahi diri mereka sendiri ketika telah masuk Islam? Jelaslah itu suatu kebatilan.” (Al Mudawanah Al Kubro karya Imam Malik dengan riwayat riwayat Sahnun dari Ibnu Qosim, 5: 243. Dinukil dari Fathul Qorib, 2: 252).

Memang hadist hadist di atas membuat kita bingung, kenapa? Karena ada yang menyatakan boleh melaksanakan akikah diri sendiri dan ada yang menyatakan tidak boleh mengakikahkan diri sendiri karena itu adalah tanggung jawab orang tua kita. Tetapi semuanya kembali ke diri anda sendiri mau melakukannya apa tidak. Jika ada keraguan di hati anda sabaik nya nanya nanya terlebih dahulu ke para ulama atau ustadz.

Tetapi saya lebih cenderung dengan apa yang dikemukakan oleh Imam Nawawi. Ini alasan saya :

  1. Menurut saya Hadits yang membicarakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi diri sendiri adalah hadits dho’if (lemah).
  2. Akikah itu adalah tanggung jawab orang tua, bukan diri sendiri.
  3. Akikah itu adalah sunnah bukan lah wajib

 Wallahu a’lam. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh. artikel lain hukum aqiqah setelah dewasa . Jika sahabat memerlukan aqiqah jakarta timur silakan kontak ust. zaka di agenzaka.com. Sumber : http://rumaysho.com/umum/hukum-akikah-diri-sendiri-3685

No related posts.

Leave a Reply

%d bloggers like this: